Fungsiutama ruangan ini adalah untuk berkumpul. Desain interior di beberapa model rumah modern kerap menggabungkan ruang tamu dan keluarga. Karena itu, mood yang diciptakan harus seimbang. Trik pertama; gabungkan penerangan umum dan lampu dinding untuk memberikan efek mengundang. Info Temukan berbagai macam tips rahasia kecantikan untuk para wanita di Syarah.id. Fungsi Tata Rias. Tata rias adalah suatu aspek dekorasi yang memiliki beragam keutamaan dimana masing - masing mempunyai keistimewaan dan ciri khas tersendiri. A. Pada Seni Tari. Berdasarkan fungsinya, tata rias dibedakan menjadi delapan macam, antara lain: 1 poEPM. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sebelum menggunakan lampu-lampu listrik dalam tata cahaya yang ada sekarang ini, maka pertunjukan masih memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangannya. Setelah manusia mengenal api sebagai sumber pemanas dan penerang maka manusia memanfaatkan api sebagai alat penerang pementasan. Mula-mula manusia memakai api unggun sebagai alat penerangan dan sekaligus sebagai alat pemanas, kemudian setelah ditemukan minyak maka alat penerang berkembang menjadi obor, blencong, cempor dan lain sebagainya. Dengan mudahnya mendapat alat dan sumber listrik maka perlu penguasaan dan penanganan yang lebih serius agar kita tidak terperangkap oleh pencahayaan yang datar. Oleh karena itu, melalui tata cahaya sebagai salah satu kekuatan artistik teater maka harus dapat memukau dan mencekam agar penonton betah untuk menyaksikan jalannya pertunjukan. Jelasnya, sentuhan artistik yang diciptakan oleh tata cahaya itu harus dapat mengungkapkan dan mendukung pemeranan yang hidup dan berkesan dalam pada batin penonton. Cahaya yang artistik disini juga mengandung pengertian cahaya yang dapat menyiapkan perhatian, mengukuhkan suasana, memperkaya set, dan menciptakan komposisi. Rumusan Masalah a. Pengertian tata cahaya ? b. Apa fungsi tata cahaya ? c. Apa tujuan tata cahaya ? d. Jenis-jenis tata cahaya ? e. Kualitas cahaya? f. Prinsip dasar tata cahaya ? g. Peralatan tata cahaya ? h. Istilah dalam tata cahaya ? i. Unsur-unsur dalam tata cahaya ? Tujuan Untuk mengatahui semua yang berkaitan dengan tata cahaya dan mempermudah mencari informasi mengenai tata cahaya. BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN TATA CAHAYA Tata cahaya yaitu pengaturan sinar atau cahaya lampu untuk menerangi dan menyinari arena permainan serta menimbulkan efek artistik. Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi. FUNGSI TATA CAHAYA 1. Menerangi dan menyinari pentas dan pemeran. Menerangi yaitu cara menggunakan lampu sekedar untuk memberi terang dan melenyapkan gelap. Jadi semua pentas dan barang-barang yang ada, baik yang penting maupun yang tidak penting semua diterangi. Menyinari yaitu cara menggunakan lampu untuk membuat bagian-bagian pentas sesuai dengan keadaan dramatik lakon. Jadi dengan menyinari daerah-daerah tertentu maka ada sesuatu atau suasana yang lebih yang hendak ditonjolkan agar tercapai efek dramatik. 2. Mengingatkan efek cahaya alamiah. Maksudnya, menentukan keadaan jam, musim, cuaca, keadaan dengan menggunakan tata cahaya. 3. Membantu melukiskan dekor atau scenery dalam menambah nilai warna sehingga tercapai adanya sinar dan bayangan menonjolkan fungsi dekorasi. Membantu permainan lakon dengan cara membantu menciptakan suasana kejiwaan. 4. Dimensi. Dengan tata cahaya/lampu kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. 5. Pemilihan. Tata cahaya/lampu dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam teater, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu. Pengaturan tata cahaya/lampu ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan. 6. Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya/lampu adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam pe-ristiwa lakon. Tata cahaya/lampu mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. 7. Menuntun perhatian penonton. Seperti suasana gelap untuk kondisi dramatis misteri, suasana terang dalam kondisi keceriaan atau gembira. 8. Menjelaskan waktu. Cahaya yang mengarahkan perhatian penonton kepada elemen yang penting dari sebuah scene. 9. Menciptakan mood dari sebuah adegan essensial mood yaitu § Pagi hari warna kemerahan. § Siang hari – terang/cerah. § Petang hari/Sore-kemerahan lembayung. 10. Mengkontribusikan berbagi aspek estetis dalam pengkomposisian. Misalnya seseorang berjalan dari tempat gelap melewati bawah lampu yang terang kemudian menuju gelap lagi. Beberapa fungsi pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut 1. Gerak. Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. 2. Gaya. Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis atau naturalis yang mensya-ratkan detil kenyataan mengharuskan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. 3. Komposisi. Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkannya. 4. Penekanan. Tata cahaya dapat memberikan penekanan tertentu pada adegan atau objek yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan. 5. Pemberian tanda. Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung. Misalnya, fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk memulai adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. TUJUAN TATA CAHAYA a. Mengadakan pilihan bagi segala hal yang diperlihatkan maksudnya adalah dengan tata cahaya mencoba membiarkan penonton dapat melihat dengan enak dan jelas. b. Mengungkapkan bentuk sehingga objek yang kena cahaya akan menampakkan bentuknya yang wajar, maka dari itu penyebaran sinar harus memiliki tinggi-rendah derajat pencahayaan yang memberikan keanekaragaman hasil perbedaan tinggi-rendahnya derajat pencahayaan itu. c. Membuat gambar wajar, disini termasuk cahaya lampu tiruan yang menciptakan gambaran cahaya wajar yang memberi petunjuk-petunjuk terhadap waktu sehari-hari, waktu setempat dan musim. Disamping itu juga termasuk pembuatan cahaya lampu tiruan di dalam set interior, misalnya cahaya lilin, lampu kerudung, lampu dinding dan lain-lain. d. Membuat komposisi, yaitu menggunakan unsur cahaya berdasar atas rancangan, sehingga melahirkan suatu komposisi yang menunjang kehadiran para pemerannya. Cahaya lampu harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memusatkan perhatian penonton pada setiap gerakkan pemeran dan menimbulkan gagasan baru. e. Menciptakan suasana, yaitu dengan menata cahaya maka diharapkan akan menimbulkan perasaan atau efek kejiwaan penonton. Cara yang ditempuh yaitu dengan pemakaian warna dan cahaya keteduhan. f. Untuk mendapatkan gambar yang menarik dan mendukung suatu produksi visualisasi dari naskah cerita atau musik. JENIS-JENIS TATA CAHAYA 1. Menurut Sumber a. Natural Light. Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur key. Maka shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama. b. Pictorial Light/Arificial Light. Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya key dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan artistik gambar atau mood dari adegan tersebut. 2. Menurut Tempat a. Indoor. Pencahayaan di dalam ruangan misalnya pencahayaan yang sudah ada lampu neon atau lampu pijar. Pencahayaan ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan shooting, walaupun bisa jadi banyak kelemahan, diantaranya intensitas cahaya yang dihasilkan terlalu rendah untuk kepentingan shooting. Dengan teknologi video digital hal ini masih bisa diakali dengan menaikan iris, walau demikian pasti ada batas toleransinya. Ketika kita menaikan f – stop di kamera, mungkin gambar yang dihasilkan akan tampak grainy / bintik – bintik. b. Outdoor. Ketika kita akan shooting di luar ruangan / exterior pada siang hari yang harus diperhatikan adalah arah matahari. Tidak terlalu disarankan untuk shooting dari jam 11 hingga jam 1 siang, karena cahaya matahari sedang terik – teriknya dan mungkin berada persis di atas obyek, yang artinya akan menimbulkan bayangan. Untuk menurunkan intensitas cahaya yang terlalu kuat, anda bisa memanfaatkan filter Neutral Density / ND yang ada pada kamera. Dengan menggunakan filter ini, cahaya yang berlebihan akan direduce / dikurangi sehingga menjadi normal. 3. Menurut Arah a. Top Light. Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebahai cahaya dasar yang dapat menciptaakan suasana tertekan pada subjek. b. Eye Light. Cahaya yang ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang dimunculkan dari mata . c. Accent Light. Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood tertentu. Biasanya ditujukan pada background. KUALITAS CAHAYA 1. Hard light, disebut juga dengan cahaya keras karena cahaya yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang keras gelap – terangnya. 2. Soft light, disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus pemendaran cahaya. Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan juga tidak keras. PRINSIP DASAR TATA CAHAYA 1. Key Light, pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Key light merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek fill Light. 2. Fill light, pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan key light. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light. 3. Back Light, pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan back light sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subjeknya. Misal back light untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam. Peralatan Tata Cahaya Kerja tata cahaya adalah kerja pengaturan sinar di atas pentas. Kecakapan dalam mendisitribusi cahaya ke atas pentas sangat dibutuhkan. Dengan peralatan tata cahaya, kontrol atau kendali atas distribusi cahaya itu dikerjakan. Penata cahaya perlu mengendalikan intensitas, warna, arah, bentuk, ukuran, dan kualitas cahaya serta gerak arus cahaya. Semua kendali itu bisa dimungkinkan karena adanya peralatan tata cahaya yang memang dirancang untuk tujuan tersebut. Penguasaan peralatan wajib dipelajari oleh penata cahaya. 1. Bohlam Bohlam bulb, lamp adalah sumber cahaya. Bagian-bagian dari bohlam terdiri atas envelope, filament, dan base Envelope adalah cangkang yang terbuat dari gelas kaca atau kwarsa untuk melindungi komponen dari udara dan mencegahnya dari kebakaran. 2. Reflektor dan Refleksi Untuk memancarkan cahaya dari bohlam ke objek yang disinari dibutuhkan reflektor. Cahaya yang hanya berasal dari bohlam sinarnya kurang kuat dan tidak terarah pancarannya. Dengan reflektor maka pancaran cahaya yang berasal dari bohlam dapat ditingkatkan, diatur, dan diarahkan. Lampu panggung menggunakan tiga jenis reflektor yaitu; ellipsoidal, spherical, dan parabolic. Reflektor ellipsoidal berbentuk lengkungan setengah elips lonjong yang mengelilingi lampu sehingga mencipatkan efek pancaran tiga dimensi. Jarak masing-masing sisinya terhadap sumber cahaya tetap. Karena bentuknya tersebut cahaya yang dihasilkan oleh reflektor ellipsoidal memiliki dua focal point tittik temu fokus cahaya. Focal point 1 berasal dari titik fokus sumber cahaya bohlam kemudian memantul kembali ke reflektor yang hasil refleksinya membentuk titik focal point 2 baru kemudian menyebar. Reflektor spherical memiliki bentuk sisi yang membulat. Jenis reflektor ini memancarkan seluruh cahaya langsung dari titik focal point ke reflektor yang merefleksikannya kembali melalui focal point tersebut sebelum memencar. Jika dibuat garis lingkaran imajiner maka panjang cahaya yang ditempuh masing-masing garis cahaya adalah sama. Reflektor parabolic memiliki bentuk sisi parabola. Reflektor jenis ini merefleksikan cahaya langsung dari atau melalui focal point kemudian menyebar secara paralel membentuk cahaya yang diameternya hampir sama dengan diameter reflector. Dengan demikian, diameter cahaya yang dihasilkan sangat tergantung dengan diameter reflektor. Contoh lampu sehari-hari yang menggu-nakan reflektor parabolic adalah lampu senter. Selain refleksi yang dihasilkan melalui reflektor, cahaya juga akan mengalami refleksi setelah menyentuh objek penyinaran. Refleksi cahaya yang memantul setelah mengenai objek dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu specular, diffuse, spread, dan mixed. Refleksi specular seperti cermin memantulkan arah cahaya tanpa mengubah besaran cahaya alami dari sumbernya. Refleksi diffuse terjadi ketika cahaya yang mengenai permukaan objek memantul dengan pendar yang merata ke segala arah .Contoh dari refleksi diffuse adalah ketika cahaya diarahkan ke sebuah lukisan dua dimensi. Refleksi spread sama seperti refleksi diffuse tetapi persentase masing­masing garis cahaya tidak sama. Cahaya yang mengenai objek dengan intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar dan direfleksikan lebih panjang dari yang refleksi spread adalah ketika cahaya mengenai gumpalan aluminium foil. Refleksi mixed, merupakan refleksi campuran dari diffuse dan specular. Beberapa garis cahaya dipendarkan secara merata ke segala penjuru arah tetapi sebagian garis cahaya dipantulkan seperti cermin. Contoh refleksi mixed adalah ketika cahaya menyinari gagang pintu dari logam, jam tangan emas, atau lantai kayu yang mengkilat. Istilah Dalam Tata Cahaya. 1. lampu sumber cahaya, ada bermacam, macam tipe, seperti par 38, halogen, spot, follow light, focus light, dll. 2. holder dudukan lampu. 3. kabel penghantar listrik. 4. dimmer piranti untuk mengatur intensitas cahaya. 5. main light cahaya yang berfungsi untuk menerangi panggung secara keseluruhan. 6. foot light lampu untuk menerangi bagian bawah panggung. 7. wing light lampu untuk menerangi bagian sisi panggung. 8. front light lampu untuk menerangi panggung dari arah depan. 9. back light lampu untuk menerangi bagian belakang panggung, biasanya ditempatkan di panggung bagian belakang. 10. silouet light lampu untuk membentuk siluet pada backdrop. 11. upper light lampu untuk menerang bagian tengah panggung, biasanya ditempatkan tepat di atas panggung. 12. tools peralatan pendukung tata cahaya, misalnya circuit breaker sekring, tang, gunting, isolator, solder, palu, tespen, cutter, avometer, saklar, stopcontact, jumper, dll. 13. seri light, lampu yang diinstalasi secara seri atau sendiri-sendiri. 1 channel 1 lampu 14. paralel light, lampu yang diinstalasi secara paralel 1 channel beberapa lampu. Unsur-unsur dalam tata cahaya Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain a. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu sorot, kabel, dudukan lampu dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan. b. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung, namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighting dalam sebuah pementasan apapun jenis pementasan itu tata cahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah. Sehingga bayangan pemain di tengah panggung hampir tidak terlihat c. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang digunakan. d. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya penata cahaya harus memiliki pemahaman mengenai sifat perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi penata cahaya. BAB III PENUTUP Simpulan Dengan mengunakan tata cahaya pencahayaan pada kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan jadi tata cahaya sangat penting dalam setiap pementasan dan lain-lain. Saran Untuk menghasilkan cahaya yang bagus dan hasil yang maksimal sebaiknya tata cahaya dikelolah dengan baik dan benar sesuai dengan standard an prosedur yang ada berdasarkan kualitas dan unsrur-unsur yang ada dalam tata cahaya. Halo dekorunikers, Apa arti kata dekorasi ? Dekorasi adalah seni menghias ataupun memperindah suatu objek. Seperti dekorasi rumah, dekorasi gedung pernikahan, dan lainnya. Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata dekorasi, bahkan sudah sangat familiar kata yang satu ini. Karena kata dekorasi ini sering digunakan ketika mendesain suatu ruangan atau tempat supaya terlihat lebih indah. Tapi, apakah Anda tahu arti kata dekorasi itu sendiri ? Berasal dari kata apa dekorasi ? Fungsi dekorasi untuk apa ? Mungkin di Anda bertanya – tanya seperti di atas. Tenang… Dekorunik akan membahasnya pada Artikel kali ini. Dekor sangat erat sekali hubungannya dengan seni, karena dekorasi mempunyai tujuan yang sama yakni untuk memperindah sesuatu. Walaupun begitu, masih banyak orang yang belum mengetahui terkait dekorasi ini. Bahkan ketika mendesain ruangan di rumahnya pun, tidak memperhatikan teknik dekorasi. Padahal dekor sangat penting sekali digunakan ketika ingin membangun suatu tempat atau ruangan. Dibawah ini kita akan bahas terkait dari pengertian dekorasi itu sendiri, seberapa penting fungsinya dan beberapa hasil karya dari dekorasi. Pengertian Dekorasi Dekorasi secara bahasa berasal dari bahasa belanda yakni “decoration” yang berarti hiasan. Sedangkan pengertian dari dekorasi itu sendiri adalah sebuah seni dalam menghias supaya terlihat lebih indah dan menarik. Sehingga hasil dekorasi ini sangat bergantung sekali dengan pelukis yang mengerjakannya. Di era modern ini, dekorasi lebih sering digunakan dalam menghias suatu ruangan. Tentu saja tujuannya supaya ruangan tersebut lebih indah. Tidak sembarang orang bisa melakukan dekorasi, karena hal ini diperlukan ilmu khusus dan biasanya harus mempunyai tingkat imajinasi seni yang tinggi. Makannya jangan heran, ketika Kita mendekorasi ruangan, akan mengeluarkan uang cukup besar untuk hasil yang bagus. Sebagian orang tidak akan mempermasalahkan terkait uang yang dikeluarkan, karena bagi mereka mempunyai kepuasan tersendiri ketika melihat ruangan yang indah. Fungsi Dekorasi Fungsi utama dari dekorasi adalah untuk memperindah sesuatu, sehingga orang yang melihatnya akan menimbulkan kesan yang menarik. Salah satu yang ditonjolkan dari dekor ini adalah hasil karya seninya, baik berupa lukisan, gambar, penggunaan warna ataupun penataan tempat. Selama hal itu bisa memperindah ruangan, maka bisa disebut dekorasi. Nah, bagi Anda yang ingin ruangan di rumahnya terlihat lebih cantik dan menarik. Sangat disarankan untuk menggunakan teknik dekorasi dalam penataannya. Anda bisa bertanya kepada orang lain yang mengetahui teknik dekorasi atau mencari referensi terkait dekorasi di internet. Contoh Dekorasi dan Gambarnya Diatas Kita sudah bahas terkait dengan pengertian dekorasi dan fungsi, rasanya kurang kumplit jika hanya membahas tanpa ada contoh yang nyata. Nah, dibawah ini adalah beberapa referensi terkait dengan dekorasi. Baik itu dekorasi teras rumah, dekorasi ruang tamu, dekorasi kamar tidur maupun lainnya. Sehingga bagi Anda yang masih kebingungan dalam mencari referensi terkait dekor ruangan yang menarik, bisa melihat beberapa gambar dibawah ini. Dekorasi Teras Rumah Teras rumah merupakan alas dari rumah, sehingga orang – orang yang berkunjung akan sangat memperhatikan sekali terkait teras yang digunakan. Sebelum melihat ke dekor teras, biasanya mereka melihat kerapihan dari rumah tersebut. Sehingga bagi Anda yang ingin rumahnya jauh terlihat lebih cantik, harus memperhatikan juga terkait dekorasi teras yang digunakan. Karena penggunaan dekor teras menarik akan membuat orang nyaman untuk melihatnya. 1. Dekorasi teras Motif Batu Jika Anda sering melihat batu yang besar, dekorasi teras di atas bisa menggambarkannya. Jika dilihat secara sekilas, dekorasi teras yang satu ini seperti bebatuan yang besar kemudian di susun di dalam sebuah lantai. Bagi Anda yang suka dengan nuansa alam, bisa mencoba dekorasi teras ini. 2. Dekorasi Teras Nuansa Villa Bagi Anda yang ingin mempunyai teras rumah dengan nuansa villa. Bisa mencoba dekorasi teras yang satu ini. Penggunaan teras yang berbentuk persegi panjang yang berjajar, sangat identik sekali dengan nuansa villa. Teras yang seperti ini lebih cocok digunakan di depan rumah, karena hal ini akan lebih terlihat langsung oleh orang yang melintasi rumah kita. 3. Teras Rumah Bentuk Persegi Teras rumah yang satu ini sangat cocok sekali digunakan di rumah yang berkonsep minimalis dan sederhana. Karena desain teras yang digunakan begitu simple, hanya berbentuk kotak – kotak. Sehingga akan cocok sekali dengan rumah yang berkonsep minimalis. Dekorasi Ruang Tamu Ruang tamu merupakan hal yang penting untuk ditata semenarik mungkin. Karena ketika Kita kedatangan tamu, maka ruangan inilah yang akan digunakan. Sehingga secara tidak langsung, orang yang bertamu pun akan melihat dekorasi ruangan tamu. Maka dari itu, Anda perlu mendekorasi ruangan tamu. Supaya orang yang berkunjung ke rumah Kita, menimbulkan kesan yang nyaman ketika melihatnya. Dibawah ini adalah beberapa dekorasi ruang tamu yang bisa Anda gunakan di rumah. 1. Dekor Ruang Tamu Berwarna Putih Warna putih memang bisa dibilang melambangkan kedamaian dan ketentraman. Mungkin Anda juga termasuk salah satu orang yang menyukai warna putih. Jika Iyah… Dekorasi ruang tamu ini bisa Anda gunakan di rumah. Karena semua perabotan yang ada, dari mulai kursi, lemari, meja. Didominasi oleh warna putih. Sehingga orang yang melihatnya akan merasa damai dengan penggunaan dekorasi yang digunakan. 2. Dekor Ruang Tamu di Tempat Dingin Bagi Anda yang tinggal di tempat – tempat dingin, seperti pegunungan atau perdesaan. Dekorasi ruang tamu ini bisa menjadi solusinya. Karena di dekat ruang tamu, terdapat alat untuk membuat api unggun. Sehingga akan menimbulkan kehangatan bagi orang yang berada di sekitarnya. 3. Dekor Ruang Tamu Sederhana Jika dilihat secara sekilas, ruang tamu yang satu ini terlihat begitu sederhana. Karena penggunaan warna di ruangan yang begitu kalem, tidak terlalu mencolok. Ditambah dengan dekorasi lukisan di dinding tembok, yang membuat ruang tamu ini terlihat indah. Dekorasi Kamar Tidur Hampir setiap malamnya Anda menggunakan ruangan ini untuk beristirahat, bahkan bisa dikatakan tempat yang paling sering Anda kunjungi. Sehingga sangat penting sekali mendekorasi ruangan ini agar terlihat lebih menarik, supaya ketika Anda hendak tidur, bisa merasakan kenyamanan di sekitar ruangan. 1. Dekor Kamar Tidur Wanita Desain kamar tidur yang satu ini sangat cocok digunakan oleh kaum wanita. Karena penggunaan cat dinding yang berwarna pink, ditambah dengan gambar dan penggunaan lampu bermotif bunga. Sehingga akan cocok sekali digunakan oleh para kaum wanita. 2. Dekor Kamar Tidur Dengan Warna Biru Tua Desain kamar tidur yang satu ini terbilang cukup menarik. Karena perabotan yang digunakan, begitu menyatu antara satu dan yang lainnya. Kita bisa lihat dari dekorasi dinding yang berwarna dasar biru tua, ditambah dengan penambahan lukisan. Dan lemari yang yang digunakan, begitu cocok digunakan di kamar tidur ini. 3. Dekor Kamar Tidur Warna Hijau Penggunaan warna hijau sangat cocok sekali dengan orang yang suka konsep alam. Jika Anda juga suka dengan konsep alam yang hijau, bisa menggunakan dekorasi kamar tidur ini. Karena selain penggunaan warna hijau, ditambah juga dengan elemen lainnya yang mendukung. Seperti tanaman hias dan lampu hias. Dekorasi Lainnya Diatas Kita sudah memberikan referensi gambar terkait dekorasi teras rumah, ruang tamu hingga ke kamar tidur. Di akhir artikel ini, Kami akan memberikan beberapa gambar lainnya yang belum terbahas diatas. Karena seperti Kita ketahui, bahwa jenis dekorasi itu sangatlah banyak sekali. 1. Dekorasi Rak Dinding Diamond Rak dinding ini bukan hanya sebagai tempat menyimpan, bahkan lebih dari itu. Desain rak dinding ini berbeda dari yang lainnya, karena bentuknya yang seperti diamond. Sehingga ketika disusun di dinding, akan muncul keunikan tersendiri. 2. Dekorasi Ruang Tamu Dengan Lukisan Bagi Anda yang suka dengan melukis atau menggambar, cobalah setiap karya Anda di pasang di dinding tembok rumah. Selain bisa menambah daya tarik, hal ini juga bisa membantu Anda dalam meningkatkan kreatifitas seni. 3. Dekorasi Ruang Makan Dengan Tambahan Tanaman Hias Penambahan tanaman hias untuk dekor ruangan memang hal yang biasa, tapi untuk yang ini berbeda. Karena tanaman hias yang digunakan, ditempatkan di atas meja makan seperti halnya lampu. Sehingga orang yang melihatnya pun akan berkesan, karena dekorasinya yang unik. Nah itulah beberapa penjelasan terkait dekorasi, fungsi hingga ke beberapa contoh gambar. Anda juga bisa berinovasi dengan dekor ruangan di rumah sendiri. Sesuai dengan konsep yang Anda inginkan. Dekorasi adalah seni. Seni Budaya 163 D. Tata Cahaya Tata cahaya yaitu pengaturan sinar atau cahaya lampu untuk menerangi dan menyinari arena permainan serta menimbulkan efek artistik. Tata cahaya sebelum menggunakan lampu-lampu listrik yang ada sekarang ini, maka pertunjukan masih memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangannya. Setelah manusia mengenal api sebagai sumber pemanas dan penerang maka manusia memanfaatkan api sebagai alat penerang pementasan. Mula-mula manusia memakai api unggun sebagai alat penerangan dan sekaligus sebagai alat pemanas, kemudian setelah ditemukan minyak maka alat penerang berkembang menjadi obor, blencong, cempor dan lain sebagainya. Keterbatasan intensitas penerangan dari api, justru memberikan pengaruh yang indah terhadap gerak-laku pemeran bahkan mampu menimbulkan efek magis dan mungkin sulit didapat pada teater yang tidak menggunakan cahaya seperti itu. Goyang-goyang lidah api ditiup angin menimbulkan efek gelap-terang yang mengundang suasana yang artistik. Pada saat ini kita telah termanjakan oleh adanya sumber daya listrik sebagai hasil teknologi yang maju. Dengan mudahnya mendapat alat dan sumber listrik maka perlu penguasaan dan penanganan yang lebih serius agar kita tidak terperangkap oleh pencahayaan yang datar. Oleh karena itu, melalui tata cahaya sebagi salah satu kekuatan artistik teater maka harus dapat memukau dan mencekam agar penonton betah untuk menyaksikan jalannya pertunjukan. Jelasnya, sentuhan artistik yang diciptakan oleh tata cahaya itu harus dapat mengungkapkan dan mendukung pemeranan yang hidup dan berkesan dalam pada batin penonton. Cahaya yang artistik disini juga mengandung pengertian cahaya yang dapat menyiapkan perhatian, mengukuhkan suasana, memperkaya set, dan menciptakan komposisi . 1. Tujuan Tata Cahaya a. Menerangi dan menyinari pentas dan Pemeran Menerangi yaitu cara menggunakan lampu sekedar untuk memberi terang dan melenyapkan gelap. Jadi semua pentas dan barang- barang yang ada, baik yang penting maupun yang tidak penting semua diterangi. Menyinari yaitu cara menggunakan lampu untuk membuat bagian-bagian pentas sesuai dengan keadaan dramatik lakon. Jadi dengan menyinari daerah-daerah tertentu maka ada sesuatu atau suasana yang lebih yang hendak ditonjolkan agar tercapai efek dramatik. 164 Kelas IX SMPMTs b. Mengingatkan efek cahaya alamiah. Maksudnya, menentukan keadaan jam, musim, cuaca, keadaan dengan menggunakan tata cahaya. c. Membantu melukiskan dekor atau scenery dalam menambah nilai warna sehingga tercapai adanya sinar dan bayangan menonjolkan fungsi dekorasi. d. Membantu permainan lakon dengan cara membantu menciptakan suasana kejiwaan. 2. Fungsi Tata Cahaya a. Mengadakan pilihan bagi segala hal yang diperlihatkan, maksudnya adalah dengan tata cahaya mencoba membiarkan penonton dapat melihat dengan enak dan jelas. b. Mengungkapkan bentuk sehingga objek yang kena cahaya akan menampakkan bentuknya yang wajar, maka dari itu penyebaran sinar harus memiliki tinggi-rendah derajat pencahayaan yang memberikan keaneka ragaman hasil perbedaan tinggi-rendahnya derajat pencahayaan itu. c. Membuat gambar wajar, disini termasuk cahaya lampu tiruan yang menciptakan gambaran cahaya wajar yang memberi petunjuk- petunjuk terhadap waktu sehari-hari, waktu setempat dan musim. Disamping itu juga termasuk pembuatan cahaya lampu tiruan di dalam set interior, misalnya cahaya lilin, lampu kerudung, lampu dinding dan lain-lain. d. Membuat komposisi, yaitu menggunakan unsur cahaya berdasar atas rancangan, sehingga melahirkan suatu komposisi yang menunjang kehadiran para pemerannya. Cahaya lampu harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memusatkan perhatian penonton pada setiap gerakkan pemeran dan menimbulkan gagasan baru. e. Menciptakan suasana, yaitu dengan menata cahaya maka diharapkan akan menimbulkan perasaan atau efek kejiwaan penonton. Cara yang ditempuh yaitu dengan pemakaian warna dan cahaya keteduhan. 3. Jenis Lampu 352 Kelas XII SMA MA SMK MAK c. Tata Dekorasi Panggung atau Setting Panggung Tata dekorasi panggung dapat diartikan sebagai segala benda yang memiliki nilai estetika pertunjukan yang difungsikan untuk memperkuat sebuah pertunjukan seni seni tari. Jadi, dekorasi ini lebih berfokus pada masalah efek atau pengaruh dari sebuah benda yang dipergunakan untuk membantu memperkuat pertunjukan. Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, tata dekorasi panggung dapat dilakukan dengan membuat slide animasi dari komputer atau laptop yang didesain sesuai dengan kebutuhan garapan tari. Misalnya, untuk menciptakan suasana hebatnya ribuan perang senjata anak panah, dibuat dengan animasi komputer dan ditampilkan dengan ditunjang oleh efek cahaya. Hasilnya akan mampu menciptakan dimensi imajinasi penonton pada suasana yang diinginkan. Akan tetapi, tidak jarang pula pembuatan tata dekorasi pertunjukan dengan dirancang berbagai jenis bahan-bahan tertentu untuk didesain ulang sesuai dengan bentuk dekorasi yang diinginkan. Misalnya untuk menciptakan adegan dan suasana di hutan, dibuat dekorasi pohon dan ranting buatan dengan perpaduan warna yang disesuaikan. d. Properti Pertunjukan Masalah lainnya yang perlu diperhatikan dalam pertunjukan seni tari adalah pembuatan properti tari. Komponen ini selalu menjadi bagian penting yang hadir dalam pertunjukan tari. Komponen ini seringkali dibawa dan dipergunakan langsung oleh si penari sebagai media ungkap dari maksud penyampaian pesan yang tidak cukup diwakili dengan bahasa gerak tubuh saja, tetapi memerlukan media ungkap lainnya. Dalam pertunjukan tari tradisional, properti tari yang sering digunakan pada umumnya menggunakan properti sampur, keris, gada, gondewa, dan lain sejenisnya. Meskipun dalam perkembangan tari kreasi properti tersebut sering pula dipergunakan sebagai media ungkapnya. Akan tetapi, dalam perkembangan tari kreasi yang lebih modern dan kontemporer, berbagai properti tari sering dimunculkan sebagai media ungkap lain dalam bentuk benda yang dihadirkan koregrafer untuk membantu menyampaikan pesan dalam garapannya. Mampu mengidentiikasi beberapa hal yang menjadi ciri-ciri khusus dari 353 Seni Budaya Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa memiliki kompetensi sebagai berikut. a. Mampu memahami pengertian unsur-unsur gerak tari. b. Mampu menyebutkan kembali unsur-unsur gerak tari. c. Mampu mengidentiikasi beberapa hal yang menjadi ciri-ciri khusus dari unsur-unsur gerak tari. d. Mampu membedakan pengembangan gerak berdasarkan unsur gerak tari. e. Mampu mengetahui pengelompokan gerak tari berdasarkan unsur-unsur gerak tari. f. Mampu memperagakan beberapa motif gerak berdasarkan unsur-unsur gerak tari. Pada konsep pelaksanaan pertunjukan seni saat ini, peran panitia pertunjukan menjadi salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan keberadaanya. Kedudukannya sama pentingnya dengan pelaku utama pertunjukan penari dan pemain musik, karena mampu membantu mengelola pertujukan dengan baik. Mulai dari tahapan persiapan, proses latihan sampai pada tahapan publikasi, marketing pemasaran, dan pelaksanaan pergelaran. Keberadaan sangat membantu para pelaku utama pertunjukan penari dan pemain musik, agar lebih fokus pada masalah garapan tari. Sementara untuk masalah pengaturan manajemen dikelola secara khusus oleh tim produksi yang dipersiapkan untuk membantu menyukseskan garapan tari sampai pertunjukan selesai. Apabila diilustrasikan secara sederhana tahapan dan sistem produksi karya tari adalah sebagai berikut. D. Pembentukan Panitia Pergelaran Tujuan Pembelajaran Informasi Guru

salah satu fungsi dekorasi dan tata lampu adalah untuk