RENCANATUHAN INDAH PADA WAKTUNYA Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan Anemau share pengalaman pribadi ane gan, bukan mw nyombong cuma mw berbagi aja. Perkenalin dulu pertama2, ane lulusan salah satu univ di jakarta gan. lulus januari 2013, trs februari-maret ane pulang ke kampung soalnya kangen gan, dan ane berpikiran kl dah kerja bakal susah ktemu sama kluarga. Akhir maret ane balik lg ke jakarta buat nyari kerja gan. Ya janji tuhan memang seperti pelangi yang akan muncul dan indah pada waktunya. Rencana allah swt s Indah rencana-Mu Tuhan" adalah perkataan yang sering kali saya ucapkan dalam hati saya. Saya lahir dalam keluarga Kristen. Selama masa pendidikan, saya merasakan bahwa berkat selalu datang tepat pada waktunya, seperti halnya saat saya mendapatkan beasiswa gratis dari gereja untuk sekolah teologi. Tahun 2008, saya mendaftarkan diri di AyatAlkitab Tentang Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya; Ayat Alkitab Tentang Cita-cita; Itulah tadi pentingnya menyimak dan mendengarkan khotbah pemuda Kristen tentang masa depan. Jadilah anak muda yang mempunyai rencana di masa mendatang sehingga tidak hanya sekedar lulus dan menikmati uang dari orang tua. H6XoCb. Pengkhotbah 31-22 Ayat 11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Segala sesuatu di dalam dunia ini ada waktunya. Namun yang pasti di balik semuanya itu, Tuhan punya rencana yang baik dan indah. Tuhan memegang kendali atas hidup kita dan rancangan-Nya indah atas anak-anak-Nya. Setiap doa anak-anak Tuhan pasti Tuhan jawab. Tuhan tidak pernah mengabaikan doa dari anak-anak-Nya. Ada tiga jawaban dari Tuhan bagi doa anak-anak-Nya, yaitu ya, tidak atau tunggu. Ada banyak faktor yang menyebabkan doa-doa kita langsung Tuhan jawab, tidak dijawab atau harus menunggu. TUHAN TAHU WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENJAWAB SETIAP DOA KITA, WAKTU-NYA TIDAK PERNAH TERLAMBAT DAN JUGA TIDAK PERNAH TERLALU CEPAT Tuhan punya agenda dan waktu tersendiri, dan waktu Tuhan bukan waktu kita. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menjawab setiap doa-doa kita; waktu-Nya tidak pernah terlambat dan juga tidak pernah terlalu cepat. Waktunya Tuhan itu indah. Tidak semua anak-anak Tuhan mau mengerti kapan waktu Tuhan dinyatakan. Hal ini membuat kita tidak sabar menunggu jawaban dari-Nya. Kita ingin Tuhan menuruti keinginan kita, mengabulkan doa-doa kita sesuai dengan waktu yang kita tentukan sendiri. Sering kali ketika Tuhan jawab, jawaban Tuhan tidak sesuai dengan yang kita kehendaki atau yang diharapkan. Jawaban Tuhan membuat kita kecewa dan marah kepada-Nya, kita memaksakan kehendak kita karena menurut pikiran dan logika kita, itu yang terbaik. Sesungguhnya rancangan Tuhanlah yang terbaik untuk kita karena Tuhan tahu siapa kita dan rancangan Tuhan bukan rancangan manusia yang terbatas dan penuh dengan dosa, yang jauhnya seperti langit dan bumi. Kita harus tahu dan percaya kalau rancangan Tuhan yang terbaik buat kita. Tuhan memberkati. DOA Tuhan saya percaya pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menolong saya dan waktu Tuhan bukan waktu saya. Saya percaya waktu Tuhan indah. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya Renungan Harian Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan. Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran penguasa yang lalim. Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan. Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru. Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru. Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, “Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.” Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis. Lalu Tuhan berkata, “Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah. Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya. Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. Manusia boleh memiliki rencana, tapi toh akhirnya Tuhan yang menentukan sesuai dengan waktunya. Tinggal bagaimana manusia memaknai setiap perjalanan hidupnya. Enry Wijaya dan Angelica Octavia adalah sepasang suami istri di kota Balikpapan, Kalimantan Utara. Setelah dikaruniai putri yang sudah berusia 5 tahun, mereka berkeinginan menambah momongan. Apa yang diharapkan itu pun dijawab Tuhan, hasil dari tes pack yang dilakukan Angelica menunjukkan positif. Enry Wijaya dan Angelica Octavia beserta anak. Kabar itu tentu menjadi sebuah kegembiraan. Untuk memastikannya, mereka pergi ke dokter kandungan dan hasilnya sama yaitu Angelica positif hamil. Namun di sisi lain, Angelica sebenarnya merasa keanehan dikehamilan yang kedua ini. Ia sering merasakan nyeri di bagian perut dan mengalami pendarahan. Mereka pun kembali memeriksakan diri ke dokter kandungan, hasilnya sungguh mengejutkan. “Suatu malam kami mendatangi seorang dokter yang cukup senior dan sudah lama praktik di Balikpapan. Bukannya jawaban/diagnosa yang baik atau menenangkan, malah si dokter ini sedikit memojokkan kami dengan bertanya Ibu hamil dari mana, siapa yang bilang ibu itu hamil? Ini lihat tidak ada kantong nya!’,” cerita Enry. Kondisi Angelica pasca dari dokter makin memburuk. Enry kemudian langsung membawa sang istri ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, Angelica mengalami hamil ektopik dan ada pendarahan di rahim. Jalan satu-satunya yaitu operasi. Hamil ektopik adalah sebuah kondisi kehamilan yang terjadi di luar kandungan/rahim. Dalam diri Angelica, kehamilan terjadi pada saluran tuba. “Ya Tuhan mengapa kehamilan istri saya yang adalah kabar sukacita dan yang kami nantikan tiba-tiba berubah menjadi sebuah bencana yang seperti ini,” kata Enry saat itu. Pasangan ini memutuskan di hari yang sama untuk terbang ke Jakarta mencari opsi kedua. Di Jakarta, mereka langsung menuju RS Bunda setibanya di bandara dengan dijemput ambulance. “Istri sempat ingin kembali ke rumah tapi tidak jadi karena di bandara bertemu seorang hamba Tuhan dan istri merasa dikuatkan,” ungkapnya. Di rumah sakit, diagnose dokter sama seperti di Balikpapan. Angelica harus segara dioperasi laparascopy karena pendarahan di perut sudah cukup banyak. Menurut dokter, apa yang dialami Angelica sangat jarang terjadi. Rancangan Tuhan Sedih itu pasti, tapi Enry dan Angelica tetap tidak mau patah semangat. April 2019, atau beberapa bulan setelah operasi mereka kembali berkonsultasi dengan dokter kandungan di RS Bunda untuk keinginan mereka memiliki anak. Waktu itu dokter hanya menyarankan mengikuti program bayi tabung mengingat Angelica pernah mengalami kehamilan ektopik. “Kami tidak langsung mengikuti saran dokter, kami terus bergumul dan berdoa meminta petunjuk Tuhan,” ungkap Enry. Kondisi Angelica ketika di Rumah Sakit. Setelah beberapa bulan, mereka kembali ke Jakarta dan memutuskan untuk ikut program bayi tabung. Sayangnya, ketika baru tiba, Enry harus kembali ke Balikpapan karena nenek dipanggil Tuhan. Ketika di Jakarta, Angelica seakan memiliki keinginan yang kuat untuk kembali memakai tes pack. Hasilnya benar-benar membuat Angelica dan Enry kaget. “Dengan tanda positif ini kami belum langsung senang karena trauma dengan hamil ektopik yang pernah istri saya alami. Kami hanya bisa berdoa dan berdoa,” ceritanya. Mereka memutuskan ke dokter kandungan untuk memastikan. “Setiap malam kami ambil waktu berdoa saya, istri dan anak untuk kami tumpang tangan agar janin dapat berkembang dengan baik dan tanpa mengikuti program bayi tabung,” katanya. Setelah beberapa kali ke dokter, kabar bahagia pun didengar. Angelica dinyatakan positif hamil oleh dokter. “Kami sangat bersyukur dan bersukacita kepada Tuhan. Dulu di mana saya pernah bertanya mengapa tiba-tiba Tuhan memberikan cobaan kepada istri saya? Tapi kini saya hanya bisa bertanya mengapa Engkau begitu baik kepada kami ya Tuhan?,” ucapnya. Enry dan Angelica benar-benar bersyukur dan hanya meyakini bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan dengan berpegang pada ayat 1 Korintus 29. “Waktu Tuhan selalu indah pada waktu-Nya. Waktu Tuhan bukanlah waktu kita, rancangan Tuhan bukanlah rancangan kita,” paparnya. Kini, kebahagiaan keluarga Enry dan Angelica semakin lengkap karena Tuhan telah menolong sehingga anak laki-laki yang sudah diidamkan dapat lahir dengan selamat. Kontributor Nunu

rencana tuhan indah pada waktunya